"Bila manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan kepadanya"
(HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan An-Nasai)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Wednesday, February 29, 2012

Salah sangka

Hmm...salah sangka, ^_^
ini ceritaku...selama 2 hari berturut2 ..Parah banget deh......
Salah sangkaku yang pertama, saat ku memasuki majelis ilmu...hari itulah hari pertama ku memulai berkumpul dengan teman2 yang lama dan baru..

Alhamdulillah tambah teman baru, ustadzah yang baru juga..^_^
Halaqoh dimulai dengan tilawah, secara bergantian memutar dari kanan ustadzah sampai ke kiri Ustadzah.

Setelah tilawah selesai, barulah secara bergantian membawa lembar mutaba'ah dan menyetorkan bacaan kepada ustadzah. dan akan diberi tahu mana yang salah lewat buku mutaba'ah tersebut. Selesai menyetor semuanya ke ustadzah, barulah ustadzah menanyakan materi tajwid yang sudah dipelajari dan dikuasai tanpa melihat buku panduannya lagi.
Dari kanan ditanyakan satu persatu ayat dari surat yang dibaca tadi, aq urutan yang ketiga dari kanan ustadzah, jadi ku bisa mempersiapkan diri menjawab tajwid dari ayat yang ku baca nanti. Alhamdulillah semuanya bisa menjawab kandungan tajwid, mad dan hukum2nya (seperti Ikhfa, Idghom, hukum alif Lam, hukum huruf Ro dsb), walaupun masih ada yang ragu2 atau salah sedikit dalam menjawab.

Sekarang Alqur'an ditutup, ditanya kembali oleh ustadzah secara lisan satu persatu, kuperhatikan temanku yang pertama menjawab dengan benar, dan giliran yang kedua menjawab dengan sangsi, barulah giliranku membenarkan apa yang salah, dan sampai memutar selesai. dan kembali lagi memutar dengan pertanyaan yang baru.

kini giliranku menjawab pertanyaan yang kedua, wah gak nyangka banget deh apa yang ditanyakan ustadzah kepadaku..aq lupa dalam menjawabnya.
Padahal Pertanyaannya sangat2lah mudah, entah apa yang ada dalam pikiranku jauh sekali membayangkan pertanyaan tersebut. SALAH SANGKA..!!

(dengan membayangkan muter2 pertanyaannya sulit untuk ku jawab...Astaghfirullah...
(dalam hatiku ayo dong yuu jawab...) tapi lagi2 sulit untuk diucapkan.

ku melihat kedua temanku (dalam hatiku ... seolah-olah kubertanya kepada temanku "Apa ya jawabannya??")

ku melihat ustadzah lagi, ustadzah mengulangi lagi pertanyaannya "SEBUTKAN TANDA-TANDA BACA DALAM AL QUR'AN???"

Astaghfirullahhh.................... ^_^...baru aja sadar dengan pertanyaannya

aq dengan senyum2 menjawab 8 tanda baca tersebut (Fathah, kasroh, Dhommah, Fathatain, Kasrohtain, Dhommahtain, Sukun, Tasydid)...hehehe

Ternyata aq dan temanku salah sangka dalam berfikir, yaitu membayangkan pertanyaan "SEBUTKAN TANDA2 WAQOF"/berhenti ???", (waduh jelas-jelas aq lupa).... gubrakkkkkk dehhh...

aq dan temanku yang lain serta ustadzah juga ketawa atas kekeliruanku hehehe...
Maaf ya atas kekeliruanku...ya jelas beda lah,

TANDA BACA dan TANDA WAQOF...^_^
gimana sih yuuu....hehehe

======================================================================
Sekarang ku ingin menceritakan Salah sangkaku yang kedua,

Begini ceritanya, saat siang menjelang sore dengan cuaca yang agak mendung, ku memutuskan untuk berjalan kaki saja untuk sampai ke Tujuan.

Saat berjalan kaki, ku melewati jalanan yang mau ke arah pasar...disana ada seorang bapak2 tua dengan membawa barang dan blw ingin menyebrangi jalanku,

Dengan aq yang buru-buru berjalan, karena hujan telah turun rintik-rintik. dan aq pun tidak sempat bilang permisi kepada bapak2 itu. (karena ku berpikir bapak2 itu orang yang tinggal di daerah jalan tsb)...ku hanya tersenyum (-- > seperti gambar disamping) dan dengan isyarat tangan permisi (dalam hati juga berkata permisi pak) kepada bapak itu saat berpapasan.

Tau gak apa yang diucapkan si bapak tersebut, Huuufftttt..aq sempet kaget dan deg-degan... apa aq salah...????

Dia bilang "Ih..Ih...Ih...Ketawa ??? kenapa ketawa2....??? Bla...Bla..Bla..." (dengan ucapan gerutu dan mungkin dengan marah...sambil jalan melewatiku dan samar-samar aq mendengar apa yang blw ucapkan)

aq langsung tertunduk, dengan alis yang berkerut dan jalan terus melewati pasar, sambil memikirkan apa yang salah ..(dalam hatiku diperjalanan ("Apa aq salah tersenyum kepada bapak itu?? atau aq terlalu berlebihan tersenyum ??? atau jangan tersenyum aja??), ya sudah aq putuskan aq memang salah dalam tersenyum dan bukan pada tempatnya mungkin..

Sampai-sampai, dalam hati ku ("lebih baik gak usah senyum aja deh dijalanan..., disangka aq yang Stress lagi atau apa orang itu yang Stress kali yaa???") hehehe.....
(Ih...seremmmmmm..., langsung ku langkahkan kakiku cepat2....)

Astaghfirullah...^_^  Jangan negatif thinking ah yuuu..

Senyum adalah ibadah...tapi tepatkanlah senyum itu pada tempatnya dan seperlunya...

Setelah sampai ke tujuan, ku bertemu dengan teman2 ku, yang sudah satu minggu tidak bertemu. Disana ku menceritakan apa yang sedang ku alami saat perjalan tadi..

temanku malah ketawain aq....huuffffffffffftttttttttttttt.................. awas yaaaa....baru kali ini aq kena omelan bapak2 tua..saat dijalan...

 



by  : ryu

Monday, February 20, 2012

Doa Penutup Majelis

Ikhwahfillah berikut doa yang dibacakan saat, selesai membaca Al-Qur'an atau saat selesai mengikuti Majelis Al-Qur'an.


YA ALLAH, rahmatilah kami dengan Al Qur’an. Jadikanlah ia pemimpin, petunjuk dan Rahmat bagi kami. Ya Allah, ingatkanlah apa-apa yang kami lupa dari Al Qur’an, dan ajarilah kami apa yang belum kami ketahui darinya. Berilah kami kekuatan untuk terus membacanya sepanjang malam dan sepanjang hari. Jadikanlah Al Qur’an sebagai penyelamat kami dan jangan Engkau jadikan ia boomerang bagi kami (yang menyeret kami ke neraka) dengan rahmatMu, Ya Allah…

YA ALLAH, sesungguhnya kami adalah hamba-hambaMu. Putera dari hamba-hambaMu yang laki-laki dan perempuan. Ubun-ubun kami berada dalam genggamanMu (kami berada dalam kekuasaanMu); hukumMu berlaku atas kami; taqdirMu berjalan adil kepada kami.. Kami mohon kepadaMu dengan setiap namaMu yang Engkau berikan kepada diriMu, nama yang Engkau turunkan dalam kitabMu atau yang hanya Engkau ketahui dalam ilmu yang Ghaib yang ada disisiMu; jadikan Al Qur’an sebagai penyubur hati kami, penghapus kesedihan kami, cahaya jiwa kami dan penghilang gundah gulana kami. Jadikan kami termasuk orang-orang yang mencintai Al Qur’an, yang mereka adalah keluargaMu dan orang-orang pilihanMu, Ya Allah…

YA ALLAH, jadikanlah kami orang-orang yang membaca Al Qur’an kemudian meningkat (kehidupan kami), dan janganlah Engkau jadikan kami orang-orang yang membaca Al Qur’an namun kami menderita…

YA ALLAH, jadikanlah kami orang-orang yang menghalalkan apa-apa yang dihalalkan Al Qur’an; mengharamkan apa-apa yang diharamkan Al Qur’an; mengerjakan ayat-ayat yang tersurat tegas dalam Al Qur’an, beriman kepada apa yang tersirat di dalamnya, dan membaca dengan bacaan yang sungguh-sungguh. Jadikan kami golongan orang-orang yang menegakkan hukum-hukumnya, dan jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan huruf-hurufnya serta hukum-hukumnya.

YA ALLAH, jadikanlah kami, anak-anak dan keluarga kami sebagai penghafal Al Qur’an. Masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang dapat mengambil manfaat didalamnya; termasuk orang-orang yang dapat mengambil kelezatan mendengar kalam-kalamNya. Anugerahkanlah kepada kami istiqomah dan kesabaran di dalam membacanya, menghafalnya serta mempelajarinya…
Aamiin Allahumma Aamiin
LTQ Al Hikmah, Nopember 2009
Sumber : Buku Mutaba'ah LTQ AL Hikmah, Jakarta 

Monday, February 13, 2012

Tips Tahfidz 10 Menit

Written by Ustadz Syahid Abdul Qadir, S.Sos.i

Ikhwan dan akhowatfillah…
Saya berharap antum-antunna semua membaca tema yang sangat penting ini agar bisa mengambil manfaat darinya dalam menghafal Al-Quran dalam 10 menit. Tidak ada istilah mustahil… antum-antunna semua bisa.
 
Kalau sekiranya setiap kita membuat jadual harian, niscaya kita dapatkan betapa banyak waktu kita yang terbuang sia-sia. Ketahuilah bahwasannya kita akan dihisab tentang waktu yang kita gunakan di dunia ini. Marilah kita hisab waktu kita sebelum kita dihisab dihadapan Allah SWT kelak.
 
Sebagaimana sabda Rasulillah SAW; “Tidaklah berdiri tegak kedua kaki hamba Allah sehingga ia ditanya tentang 4 hal; umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudany auntuk apa ia gunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan dan ilmunya bagaimana ia mengamalkannya. ..”

Karenanya saya ketengahkan cara ini untuk antum-antunna, kepada mereka yang menghabiskan waktunya dalam kelalaian dan hanya mengisi dengan menyanyikan lagu-lagu syahwat, menonton film serta berleka-leka tanpa membawa sedikit pun manfaat…
 
Mungkin antum-antunna bertanya-tanya bagaimana cara menghafal Al-Quran dalam 10 menit?

Berikut ini saya jelaskan langkah-langkah menghafal 10 menit :
Menghafal Al-Quran 10 menit yang dimaksud adalah menggunakan waktu 10 menit setelah sholat fardu lima waktu.
  • Antum-antunna menghafal Al-Quran satu halaman setiap harinya.
  • Satu halaman terdiri dari 15 baris menggunakan Al-Quran Pojok Rasam Utsmaniy.
  • Dan 1 halaman dibagi 5 waktu sholat dalam sehari-semalam dengan lama waktunya masing-masing 10 menit.
  • Atau dengan kata lain antum-antunna memerlukan waktu 50 menit sahaja.
Ya hanya 50 menit… 1 jam kurang 10 menit. Jika dibandingkan dengan waktu antum-antunna sia-siakan sungguh sangat sedikit sekali.


Antum-antunna hanya menghafal 3 baris saja
dalam waktu 10 menit setelah sholat fardhu.
3 baris x 5 waktu = 15 baris atau sama dengan 1 halaman.
Sedangkan Al-Quran pojok terdiri dari 604 halaman.
Berarti antum-antunna akan hafal Al-Quran
dalam masa kira-kira 1 tahun 8 bulan 15 hari.
Bukankah 10 menit itu mudah dan ringan bagi antum-antunna untuk melakukannya?Terlebih ia akan mengangkat kedudakan antum-antunna di sisi Alllah SWT dan makhluk-makhluk- Nya serta antum-antunna akan bersama para Malaikat yang baik dan mulia.
Selanjutnya cara tersebut kita perinci sebagai berikut :

1. 10 menit setelah sholat shubuh; menghafal 3 baris = kurang lebih 20 kalimat saja. Ini seperlima bagian pertama.
2. 10 menit setelah sholat dhuhur; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian kedua.
3. 10 menit setelah sholat ashar; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian ketiga.
4. 10 menit setelah sholat maghrib; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian keempat.
5. 10 menit setelah sholat isya; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian kelima.
6. Terakhir menutup hari dengan sholat witir 3 atau 5 rakaat dan didalamnya membaca hafalan 1 halaman yang telah didapat pada hari itu. Ini sekaligus dijadikan sarana muraja’ah harian yang efektif.
 
TEKNIK MURAJA’AH


HARI KE-1
1. Sholat sunah Qobliyah dan ba’diyah dhuhur; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah shubuh atau hafalan seperlima bagian pertama
2. Sholat sunah Qobliyah ashar; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah dhuhur atau hafalan seperlima bagian kedua
3. Sholat sunah ba’diyah maghrib; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah ashar atau hafalan seperlima bagian ketiga
4. Sholat sunah Qobliyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah maghrib atau hafalan seperlima bagian keempat
5. Sholat sunah ba’diyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah isya atau hafalan seperlima bagian kelima
6. Sholat Witir; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat pada hari ke-1 ini atau 1 halaman penuh.
 
HARI KE-2
1. Sholat sunah qobliyah shubuh; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah isya hari ke-1 atau hafalan seperlima bagian kelima
2. Sholat sunah dhuha 2 rakaat; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan 1 halaman yang telah didapat pada hari ke-1.
3. Sholat sunah qobliyah dan ba’diyah dhuhur; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah shubuh atau hafalan seperlima bagian pertama hari ke-2 ini.
4. Sholat sunah qobliyah ashar; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah dhuhur atau hafalan seperlima bagian kedua hari ke-2 ini.
5. Sholat sunah ba’diyah maghrib; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah ashar atau hafalan seperlima bagian ketiga hari ke-2 ini.
6. Sholat sunah qobliyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah maghrib atau hafalan seperlima bagian keempat hari ke-2 ini.
7. Sholat sunah ba’diyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah isya atau hafalan seperlima bagian kelima hari ke-2 ini.
8. Sholat sunah witir; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat pada hari ke-2 ini atau hafalan 1 halaman hari ini.
 
HARI KE-3 HINGGA HARI KE-6
1. Dilakukan mengikuti ritme muraja’ah hari ke-1 dan ke-2 dan begitu seterusnya
2. Sholat sunah witir dengan hafalan 2 halaman yang sudah didapat pada hari sebelumnya dan hari yang sedang berlangsung dan begitulah seterusnya.
 
HARI KE-7
 
1. Hendaknya jatuh pada malam Ahad agar dibuat program ‘begadang qiyamullail’ seminggu sekali dengan mengulang hafalan yang sudah didapat selama seminggu.
 
2. Jika antum-antunna sudah berkeluarga, boleh juga dibuat program tasmi’ bersama suami/isteri dan anak-anak dalam seminggu sekali (memperdengarkan hafalan yang sudah didapat selama seminggu). Dan bagi yang belum berkeluarga, boleh juga mengundang teman-teman dan sekalian jamuan makan kalau mampu.
 
3. Antum-antunna ada cara lain?….silahkan di-share.
 
Mudah Bukan?
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Qs. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32,40)


Jazakumullah khairan katsiran Ustadz...

Subhanallah, Semangatttt...
Bagaimana dengan kalian..yukk sama2 mencoba...??
Semoga Allah Swt memudahkannya...Aamiin Allahumma Aamiin

Wednesday, February 8, 2012

Akhlak Dai - Pembahasan 5 - End

Pembahasan Kelima:

Merealisasikan Komitmen Pribadi dan Mengontrol Setiap Aktivitas agar Sesuai dengan Syariat

• Setiap Da’i harus menyadari bahwa lemahnya iman merupakan sebab paling mendasar tidak terikatnya perilaku dan aktivitas seseorang dengan syariat, apakah dalam kehidupan pribadinya, keluarga atau di tempat lainnya.

Komitmen Pertama: Menjaga Iman

• Setiap Da’i harus menyadari bahwa lemahnya iman merupakan sebab paling mendasar tidak terikatnya perilaku dan aktivitas seseorang dengan syariat, apakah dalam kehidupan pribadinya, keluarga atau di tempat lainnya.

Oleh karenanya, setiap da’i harus membiasakan amaliah berikut bersama binaannya:
• Shalat fajar berjamaah
• Shalat sunnah rawatib
• Puasa tiga hari setiap bulan
• Tilawah minimal 1 juz per hari
• Menjaga wirid shugra setiap hari
• Senantiasa menjaga keikhlasan
• Qiayamullail satu kali setiap pekan
• Ziarah kubur, 1 kali setiap bulan.



Komitmen Kedua: Disiplin

• Sesungguhnya Allah SWT mencintai sesorang diantara kalian yang jika melakukan pekerjaan, maka ia menyempurnakannya. Hadits.

• Hendaklah engkau menunaikan dengan baik hak-hak dirimu dan orang lain secara sempurna tanpa kurang sedikitpun dan tidak mengulur-ulur dan menundanya. (Hasan Al Bana)

Komitmen Ketiga: Mencari yang Halal, Menghindari yang Haram


• “Barang siapa yang menjermuskan dirinya dalam sebuah tuduhan, maka janganlah ia menyalahkan orang yang berburuk sangka padanya” • Ingatlah, ada dosa yang tak terhapus dengan istighfar dan doa, tapi hanya terhapus seiring dengan menetesnya keringat dari tubuh kita karena lelahnya bekerja


Komitmen Keempat: Disiplin dalam Sisi Keuangan
Realisasi dalam hal ini adalah:
 Jujur dalam bermuamalah
 Menghormati Kesepakatan
 Membelanjakan harta pada hal-hal yang bermanfaat
 Menunaikan kewajiban maaliyah (infak dan zakat)


Komitmen Kelima: Membentuk Keluarga Muslim

• Pertama, Memilih untuknya istri yang shalihah
 Kedua, Bersungguh-sungguh dalam mendidik anak
• Ketiga, Berusaha agar rumah yang ditempati sebagai ruang pertemuan Islami.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MANAJEMEN DAN LEADERSHIP SEORANG DA’I


• Kemampuan Melaksanakan Perintah-perintah Dakwah
• Menjauhi Gaya Otoriter dan Individualistik
• Kemampuan Memahami Setiap Individu
• Percaya Diri Saat Menyampaikan
• Tingkat Kehadiran yang Baik dalam Setiap Pertemuan
• Mampu Menyingkap Bakat atau Potensi

 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu anlaa ilaaha illa anta astaghfiruka waatuubu ilaika

Ukhuwah

Rasulullah SAW bersabda, “Di sekitar Arsy ada menara-menara dari cahaya. Di dalamnya ada orang-orang yang pakaiannya dari cahaya dan wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukan para nabi dan syuhada’, tetapi para nabi dan syuhada iri pada mereka. “ketika ditanya oleh para sahabat, Rasulullah SAW menjawab, ”mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling bersahabat karena Allah, dan saling kunjung karena Allah” [HR. Tirmidzi]

Silahkan tinggalkan Pesan disini.^_^Terima kasih

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Feerburner

Fastabiqul Khoirot... Headline Animator

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India